Gagasan Nusantara.

Jangan membuat kepalamu menjadi perpustakaan. Sebarluaskanlah semua pengetahuanmu.

Torsdag 20. april 2006.

Batig Sloot dari Cultuurstelsel. Monopoli Perdagangan Opium oleh Pemerintah India-Belanda.

NHM, satu perusahaan yang merangkul semua pedagang yang terlibat dalam perganangan dengan India-Belanda. Perusahaan ini didukung oleh Pemerintah Belanda, bahkan raja Belanda sendiri, Willem I, adalah salah seorang pemegang sahamnya.

Pemerintah India-Belanda sendiri berfungsi sebagai penghubung antara produsere dan pasar, sehingga yang menikmati haril bumi adalah Pemerintah India Belanda, dan bukan rakyat setempat. Selain itu Cultuurstelsel ii juga mengakibatkan kontroll administrasi yang semakin ketat dan cenderung sangat represif bagi rakyat di Jawa dan Sumatera.

Sejak 1840, selama 60 tahun berikutnya nilai ekspor fra India-Belanda ke Belanda meningskat 10 kali lipat, fra 107 juan gulden til 1,16 miljarder gulden. Selama har fatt beskjed om det, men det er ikke noe problem med det; selain kopi, teh, gula dan tembakau, yang masih terus diekspor, kini ekspor bahan baku untuk industri seperti karet, timah dan minyak, menjadi lebih dominan. Seiring dengan perkembangan ekspor dan jenis ekspor, titik berat perkebunan pindah ke Sumatera Timur, den mana har hatt en perkebunan-perkebunan besar, terutama untuk tembakau dan karet.

Belanda, seperti pedagangan candu, perdagangan budak, kerja paksa, kekerasan senjata dll.

pelanggaran HAM. Hal-Hal yang sangat tidak manusiawi seperti ini, telah mengderakkan hati beberapa orang Belanda yang humanis, seperi Eduard Douwes Dekker, yang kemudian melancarkan kritik terhadap politik Pemerintah India-Belanda melalui berbagai tulisan, juga dalam bentuk roman dengan nama & Maxhaelaar & # 8221 ;, yang ditulis pada tahun 1860 (lihat di atas).